Senin, 05 Maret 2012

Cara mengatasi Hujan Asam

Karena dampaknya yang begitu luas, hujan asam menjadi sesuatu yang perlu mendapatkan perhatian kita. Ada beberapa langkah yang dapat kita ambil untuk mengatasi terbentuknya hujan asam antara lain ; bahan Bakar Dengan kandungan Belerang Rendah, mengurangi kandungan Belerang sebelum Pembakaran, pengendalian Pencemaran Selama Pembakaran, pengendalian Setelah Pembakaran, pengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle, Reduce) 

Metode Pencegahan
Selain beberapa langkah untuk mengatasi terbentuknya hujan asam. Ada beberapa metode pencehagan yang dapat dikerjakan. Transportasilah merupakan penyebab tertinggi pencemaran udara. Oleh karena itu, Usaha untuk mengendalikan deposisi asam ialah : menggunakan bahan bakar yang mengandung sedikit zat pencemar. Sampai saat ini Indonesia sangat tergantung dengan minyak bumi dan batubara, sedangkan minyak bumi merupakan sumber bahan bakar dengan kandungan belerang yang tinggi.Penggunaan gas alam akan mengurangi emisi zat pembentuk asam.

Menghindari terbentuknya zat pencemar saat terjadinya pembakaran. Dalam proses produksi, misalnya batubara, batubara biasanya dicuci untuk membersihkan batubara dari pasir, tanah, dan kotoran lain, serta mengurangi kadar belerang yang berupa pirit Menangkap zat pencemar dari gas buangan dengan caranya dengan menginjeksikan kapur dalam dapur pembakaran dan suhu pembakaran diturunkan dengan alat pembakar khusus.

Penghematan energi, Teknologi yang sudah banyak dipakai ialah fle gas desulfurization (FGD) (Akhadi, 2000). Prinsip teknologi ini ialah untuk mengikat SO2 di dalam gas limbah di cerobong asap dengan absorben, yang disebut scubbing (Sudrajad, 2006). Cara lain ialah dengan menggunakan amonia sebagai zat pengikatnya sehingga limbah yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagi pupuk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar